Cara SEO On Page Yang Paling Efektif Dalam Algorithm Google 2018

0 views

Tutorial dan panduan cara SEO on page ini walau sudah banyak blogger yang mengulas tapi demi untuk memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda maka akan coba kami ketengahkan lagi. Memang sangat membosankan bila kita terus berkutat pada teknik pengoptimasian website dari dalam website itu sendiri seakan-akan tidak ada topik lain lagi, tapi apa boleh buat mengingat pentingnya pengoptimasian SEO on page ini maka mau tidak mau anda harus mempelajarinya juga. Akan lebih bagus memang kalau anda juga membandingkan antara tutorial yang terdapat disini dengan tutorial yang terdapat didalam blog lain. Nah marilah kita langsung mulai saja untuk mempelajari teknik cara SEO on page yang paling efektif di algorithm Google tahun 2018 ini.

Pengertian SEO On Page

Secara singkat SEO on page itu bisa kita artikan sebagai teknik untuk mengoptimasikan dari sisi dalam website yang akan kita optimasikan. Hal ini akan mencakup pengoptimasian secara menyeluruh tentang detail-detail setiap lembar halaman yang terdapat didalam website.

Jelas akan membuthkan waktu yang lama kalau kita jabarkan satu persatu dan hasilnya bisa berlawanan dengan judul artikel ini yang tadinya Cara SEO On Page Yang Paling Efektif Dalam Algorithm Google 2018 menjadi Cara SEO On Page Yang Paling Tidak Efektif Dalam Algorithm Google 2018 karena terlalu banyak yang harus dibahas. Untuk mempersingkat waktu dan tenaga kami untuk menulis maka pembahasan akan langsung di fokuskan kepada topik utama saja.

Dan didalam artikel ini kita tidak membahas soal-soal umum seperti: setting permalink, menulis meta title, menulis meta deskripsi, jumlah artikel, jumlah keyword density dan hal-hal umum sejenisnya yang sudah banyak dibahas di blog lain tapi kita akan langsung ke pokok topik dari esensi SEO on page itu sendiri.

Pra Optimisasi SEO On Page

Tujuan anda melakukan optimasi SEO on page adalah agar halaman yang anda buat mampu bertengger di halaman satu Google bukan? nah! agar itu berhasil tentu anda harus menyiapkan beberapa hal dari mulai Pra optimisasi hingga pada proses pembuatan halaman yang full SEO. Ini yang harus anda siapkan:

  1. Cek beberapa situs kompetitor yang sudah terlebih dahulu berada pada rangking pertama hingga kelima Google dengan kata kunci yang ingin anda gunakan.
  2. Cek teknik mereka dalam mengoptimasikan on page
  3. Cek juga cara mereka membuat inbound link alias backlink

1. Cek Beberapa Situs Kompetitor

Google Result Keyword Cara SEO on page
Agar lebih mudah dalam memeriksa anda bisa menggunakan SEO tools online yang biasa dipergunakan para pakar SEO untuk melakukan riset on page. Salah satunya adalah https://seorch.eu/ silahkan pergi kesana untuk langsung praktek.

cek kompetitor

Maka hasil pengecekannya bisa anda lihat seperti yang terdapat didalam halaman ini: https://seorch.eu/seo-check/www-rohadiright-com-2018-02-04-09-27-35.html

Apa yang dapat anda raih dari hasil pengecekan tersebut adalah:

  1. Judul
  2. Permalink
  3. Penggunaan heading
  4. Jumlah kata yang sudah di extract hingga bisa dilihat jumlah dan persentase kata
  5. Alt image
  6. Dst

Kemudian ulangi hingga lima kali kepada halaman-halaman kompetitor yang berada di top lima lainnya dan ambil kesimpulan yang sama.

2. Cek Teknik SEO Yang di Gunakan

Dari data yang telah anda miliki tentu sekarang tinggal di proses apa saja yang dibahas didalam halaman tersebut. Ini cara efektif yang tidak diajarkan oleh blog SEO lainnya yakni “menyempurnakan” optimasi on page yang sudah dibuat oleh kompetitor anda.

Singkatnya, anda bisa melihat atau bahkan mengikuti teknik yang mereka gunakan sebab dengan teknik yang mereka gunakan itulah halaman mereka bisa muncul di rangking teratas.

Tapi ingat! jangan sedikitpun mengcopy konten dari situs kompetitor sebab itu bukan pekerjaan yang baik, yang harus anda kerjakan adalah hanya mempelajari dan menyempurnakan apa yang sudah ada untuk anda terapkan didalam situs anda.

Hal yang termasuk kedalam teknik ini adalah juga memeriksa:

  1. CMS/script yang digunakan untuk membuat web
  2. Themes
  3. Plugin yang digunakan
  4. Pengaturan website
  5. Pengaturan pengindexan robots
  6. Lokasi server
  7. dst

Apakah cara ini (“mencontek”) salah? oh jelas tidak! sepanjang anda tidak mengcopy paste konten milik kompetitor.

Bukankah ada filosofi yang mengatakan:

“belajarlah dari orang yang sukses bila ingin sukses!”

begitupun dengan teknik dan cara optimasi SEO on page, anda harus belajar dan mengikuti cara dan tekniknya dari yang sudah sukses.

Kemudian anda bisa menggunakan notepad (saya rekomendasikan notepad ++ atau sublime text) untuk langsung membuat artikel berdasarkan materi yang anda dapat dari situs kompetitor.

Hal ini bukan mencari sinonim kata tapi benar-benar menulis ulang konten yang unik yang benar-benar berbeda dengan gaya penulisan anda sendiri dan menggunakan gambar anda sendiri (sangat disarankan agar selalu menggunakan gambar sendiri bukan gambar yang sudah ada diwebsite lain lalu anda ambil buat dimasukan kedalam konten).

Buatlah artikel menggunakan kata yang paling mudah dimengerti, dan jangan mengulang-ngulang kata atau paragraph yang sama.

Format dari sebuah konten yang umumnya dipakai oleh para marketer adalah:

1. Menyamakan Persepesi

Paragraph pertama selain mengandung keyword yang anda bidik bisa di isi juga dengan penyamaan persepsi antara persepsi anda dan para pembaca. Agar keduanya memiliki kesamaan dalam melihat persoalan.

Misal: pengertian atau makna apa yang anda maksud dengan kata “on page SEO” harus sama dengan yang dimaksud oleh para audience.

2. Melemparkan Issue

Hal negatif apa yang akan muncul bila audience/pengunjung web anda bila tidak mengikuti saran yang teradapat didalam konten.

Bisa juga dengan sejumlah data-data atau case study lengkap dengan gambar yang bisa memperkuat dan bisa mempengaruhi mindset pembaca.

3. Berikan Solusi

Berikan solusi sesuai dengan keinginan anda, bila anda penjual obat jerawat maka solusinya adalah dengan membeli produk,

Algorithm Google 2018 Yang Berhubungan Dengan On Page SEO Sekarang Ini

Algorithm Google yang sedang berjalan saat ini sangat menekankan pada pengoptimasian on page sehingga nyaris off page sudah tidak terlalu penting lagi. Untuk mensiasatinya selain mengikuti saran kami disini anda boleh tambahkan dengan memfokuskan permalink dengan keyword serta beberapa penambahan metadata.

Misal anda bisa lihat permalink artikel ini: http://seosemantics.com/cara-seo-on-page/ padahal judulnya panjang, kenapa? sebab kami ingin memfokuskan kata kunci “cara seo on page”, case study sudah membuktikan teknik semacam ini berhasil mempersimple Google dalam mendeteksi isi dari sebuah artikel.

Kesimpulannya anda bisa menggunakan longtail keyword dalam judul konten tapi dengan short permalink.

Skema Cara SEO on page

Perhatikan gambar diatas adalah berupa beberapa metadata yang harus anda isikan dan harus unik (tidak boleh sama) baik itu untuk seluruh halaman yang terdapat didalam website anda dan juga dengan yang terdapat atau yang digunakan oleh kompetitor anda.

Pengoptimasian Indexing

Di semua CMS pasti ada taxonomy atau setidaknya ada salahsatu dibawah ini:

  1. Category
  2. Tag
  3. Archieve
  4. Image
  5. Post Page
  6. Page
  7. Date archieve
  8. Dan beberapa format taxonomy lainnya disesuaikan dengan themes yang digunakan misalnya: testimonials, gallery dst

Bagi sebagian master SEO ada yang memilih untuk men-setting index dan noindex pada bagian-bagian taxonomy tertentu tersebut yang mana hal demikian tidak mutlak berlaku alias tidak wajib untuk anda ikut karena pengindexan ini tergantung daripada keperluan anda sendiri.

case study seo onpage

Perhatikan gambar diatas dimana hasil dari penelusuran Google dengan keyword “timbangan digital” menampilkan taxonomy yang berbeda-beda. Ada yang langsung ke homepage, ke halaman kategori bahkan ada yang masuk kedalam halaman search.

Atas dasar tersebut maka anda harus benar-benar merencanakan mana yang harus anda setting index dan mana yang noindex.

Cara melakukan setting index dan noindex (untuk pengguna WordPress) bisa dilakukan melalui plugin SEO yang terinstall atau bisa juga dari themes bila themes yang digunakan sudah built in dengan setting pengindexan ini. Atau bisa juga melalui robots.txt (cek robots.txt anda dengan cara kunjungi: http://domainanda.com/robots.txt)

Useragent: *
Disallow: /tag/contoh/
Disallow: /category/contoh/*

Pun demikian bila anda ingin mengoptimasikan website anda harus perhatikan search result Google, dari hasil yang sudah ditampilkan! perhatikan permalink!!, dari 10 search result lihat permalink/url mana yang lebih dominan apakah menuju ke homepage atau menuju kehalaman.

Jangan buang-buang waktu untuk bereksperimen dengan mengoptimasikan halaman yang berbeda dengan yang sudah ditampilkan oleh oleh Google.

Algorithm Google saat ini sudah jelas! jika anda ingin mengoptimasikan sebuah halaman produk dengan contoh keyword “baju muslim” jangan harap toko online anda bisa berada di halaman tertinggi bila anda mengoptimasikan halaman homepage karena nyaris seluruh search result di Google dengan keyword tersebut menampilkan halaman produk bukan homepage.

SERP Google

Contoh SERP diatas bisa menjadi pertimbangan anda dalam menentukan halaman mana yang akan anda optimasikan.

Gunakan Server Yang Kuat dan Coding Yang Mendukung Proses Pengoptimasian

Saya tidak mengatakan gunakan server yang cepat karena nyaris semua server saat ini sudah cepat karena cepat atau tidak cepat server ditentukan oleh port bandwidth tapi saya tekankan disini adalah server yang kuat.

Kalau anda menggunakan shared hosting dengan harga yang murah jangan harap bisa mendapatkan server yang kuat karena adanya pembatasan penggunaan source.

Site Setting Search Console

Kenapa harus server yang kuat? sebab Google akan mengirimkan crawler (robot) untuk melakukan download kedalam halaman website. Semakin banyak crawler yang dikirim maka semakin berat pula web server akan melayaninya. Itulah mengapa dihalaman Google Search Console anda bisa men-seting jumlah crawler yang maksudnya adalah agar web server anda tidak bermasalah ketika sedang di crawl.

Google Crawler Stats

Untuk coding bisa anda gunakan tester kunjungi: https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/?hl=id dan ketikan url yang ingin anda test dan perhatikan resultnya:

Google page speed tester

Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa lambat atau cepatnya sebuah halaman web dimata Google adalah berbasis kepada coding atau script yang anda gunakan.

CSS dan javascript paling sering menjadi keladi dari sumber permasalahan page speed ini. Solusi dari itu semua adalah (khusus pengguna wordpress) dengan mengaktifkan plugin yang berkaitan dengan ini seperti misalnya: Autoptimize dan WP Fastest Cache atau plugin lainnya yang mudah untuk anda gunakan. Anda bisa juga menginstall plugin image compression seperti misalnya: EWWW Image Optimizer.

Harap dicatat! Google tidak memberikan reward (memprioritaskan) website yang fast load untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik dari website lainnya! tapi Google akan memberikan penalize kepada website yang lambat! so! kalau ada yang mengatakan memiliki website yang fast load itu bisa menaikan peringkat (termasuk kedalam Google ranking signals) adalah MITOS!!!.

Salahsatu kelemahan alat test web speed dari Google pagespeed insight adalah ia tidak memberikan informasi yang real berapa lama website anda terloaded oleh karena itu anda bisa menggunakan GTmetrix sebagai perbandingan sebab GTmetrix ini menggunakan algorithm real user saat mengecek kecepatan website. Buat yang mendapati hasil pengecekan ternyata loading server yang lambat jangan panik dulu sebab bisa saja lambat kalau website anda berada didalam server yang “alat pengecekannya” berlokasi diluar region lokasi server anda.

GTmetrix

Submit Sitemap

Ini juga penting untuk anda pertimbangkan sebab dengan mensubmit sitemap (contoh: http://domainanda.com/sitemap.xml) maka Google akan lebih mudah untuk melakukan crawl.

Pastikan juga hanya halaman-halaman penting saja yang anda masukan kedalam sitemap seperti: post dan page atau tambahan halaman lain semacam product page misalnya.

ALT Image

Google tidak melihat apa image/gambar didalam konten tapi dia melihat alt dan deskripsi sebuah image yang sudah dimasukan kedalam image.

<img src="http://seosemantics.com/wp-content/uploads/2018/02/Google-page-speed-tester.png" alt="contoh aja bro">

Pengoptimasian Tambahan

Sebagai tambahan anda bisa juga memasukan:

  1. Related post
  2. Recent post
  3. Schema markup

Fungsi dari related post adalah untuk memunculkan postingan/artikel yang masih berkaitan dengan artikel yang sedang dibaca oleh pengunjung blog.

Fungsi recent post adalah untuk menampilkan artikel-artikel baru yang terdapat dihalaman website.

Fungsi dari schema markup adalah untuk mempermudah Google dalam menentukan niche atau format sebuah konten.

Baca juga: Pengertian SEO User Signals

Yang Tidak Boleh Anda Lakukan Saat Mengoptimasikan SEO On Page

Ada beberapa hal yang tidak boleh anda lakukan ketika sedang mengoptimasikan on page yakni:

  1. Over density keyword (keyword stuffing)
  2. Mempublikasikan spun content
  3. Over alt image

Over density keyword adalah dengan memasukan jumlah keyword yang banyak kedalam konten. Contoh lihat gambar dibawah ini:

contoh over density keyword

Sedangkan untuk keyword stuffing adalah dengan memanipulasi isi konten yang tidak relevant seperti misalnya dengan memasukan nama-nama kota, nomor telpon didalam konten.

Mempublikasikan spun content adalah dengan menggenerate sebuah konten yang diambil dari sebuah halaman web untuk kemudian diganti sinonim/persamaan kata. Biasanya cara ini menggunakan tools semacam article spinner.

Hidden text artinya memasukan kata yang dibuat dengan font berukuran kecil yang memiliki kesamaan warna antara warna font dan warna background sehingga pengunjung biasa/human tidak dapat melihat text tersebut kecuali robot termasuk Google crawler.

contoh penggunaan text hidden menggunakan css:


.hidden p {
color: white;
background: white;
font-size: 5px;
}

dengan kode css tesebut maka semua element p (paragraph yang menggunakan class “hidden”) akan tidak terlihat, atau contoh lain:

h2 {
visibility: hidden;
}

Dalam penggunaannya h2 diatas bisa diganti dengan class atau tag div lalu diisi oleh text yang mengandung keyword yang berlebihan atau bisa juga dengan link.

Over alt image pun bisa disalahgunakan dalam mengoptimasikan on page yaitu dengan memasukan alt image yang panjang dan berisi keyword, contoh lihat gambar:

over alt image keyword

Lebih jelas lagi tentang quality guidelines dari Google bisa anda pelajari disini: https://support.google.com/webmasters/topic/6001971?hl=en&ref_topic=6001981

Tags: #Artikel Populer #Internet Marketing #Strategi Bisnis #Teknik SEO

Download Full Image

Tinggalkan pesan "Cara SEO On Page Yang Paling Efektif Dalam Algorithm Google 2018"

Penulis: